Peninggalan Sejarah Yang Mengagumkan Di Eropa Timur


Open Your Eyes Dan Lihat 1

Dalam posting ini Anda dapat melihat benteng yang menarik dari benteng Brest.

Sebuah benteng di desa Bernada, di selatan Brest

Degankonline.com, Rusia – TUJUH puluh tahun yang lalu. Benteng Brest, atau populer disebut benteng Brest-Litovsk, adalah salah satu benteng pertahanan Soviet dalam perang melawan fasisme. Saat itu, Juli 1941, selama 8 hari, pasukan Soviet bertempur mati-matian dan begitu heroik melawan serbuan fasis-Jerman. 

Kisah heroik itu diceritakan kembali oleh Sashka Akimov (Аlyosha Kopashov). Saat itu, Sashka masih seorang anak kecil dan menjadi peniup terompet di benteng Brest. Kisah ini kemudian diangkat ke layar lebar oleh sutradara Alexander Kott dan diproduksi oleh Asosiasi Radio-Televisi Rusia dan Belarus. Kisah kepahlawanan ini mulai terkenal setelah ditulis oleh wartawan Moskow, Sergei Smirnov.

Cerita dimulai saat serangan pertama terhadap benteng Brest pada 22 Juli 1941. Hari itu, karena tidak pernah diperkirakan sebelumnya, bom dan serangan artileri berhasil menghancurkan sebagian benteng dan membunuh banyak orang.

Salah seorang komandan resimen, Pyotr Mikhailovich Gavrilov, sudah memperkirakan serangan ini. Tetapi sangat sedikit yang mempercayai apa yang dikatakan oleh Pyotr Gavrilov. Karena serangan itu tidak diperkirakan, dan karena itu tidak ada persiapan, serbuan itu membuat kepanikan luar biasa di kalangan pasukan Soviet. Akibatnya, banyak yang tewas di tengah-tengah massa yang berlarian.

Pyotr Gavrilov berhasil menenangkan pasukan yang panik itu. Dikumpulkannya seluruh pasukan-pasukan yang masih tersisa dan mulai mengorganisir pertahanan. Pyotr Gavrilov, bersama dengan Efim Moiseevich Fomin (Pavel Derevyanko) dan kepala pos perbatasan 9, Andrey Mitrofanovich Kizhevatov (Аndrey Merzlikin), berhasil mengkonsolidasikan pertahanan.

Setelah berhasil mengorganisir pertahanan, pasukan Jerman pun tertahan di sebuah jembatan. Akan tetapi, masalah lain pun muncul ketika pasukan Soviet bertahan di dalam benteng, yaitu ketiadaan air minum dan bahan makanan. Meskipun begitu, tidak satupun pasukan Soviet yang terlihat menyerah dan mau meletakkan senjata.

Betapa heroik dan kuatnya pasukan Soviet yang bertahan itu, seorang komandan Divisi Infanteri ke-45 Jerman mengatakan, “tidak mungkin untuk maju lagi hanya dengan pasukan infanteri karena serangan-serangan terorganisir melalui senapan mesin dan pistol… Satu-satunya cara untuk membuat pasukan Rusia menyerah adalah membuat mereka kelaparan dan kehausan.” Rusia pun meracuni air bawah tanah, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh pasukan Soviet.

Para pasukan di Benteng ini menolak untuk menyerah. Bahkan, ditengah kelaparan dan kehausan, pasukan Soviet masih sempat melakukan serangan serentak terhadap posisi Jerman. Akan tetapi, karena kondisi persenjataan yang kalah dan posisi yang sudah dikepung, serangan itu berhasil dipatahkan dan banyak pasukan Soviet yang gugur.

Hingga akhirnya, karena tetap tidak bisa ditaklukkan, Jerman akhirnya mengirim pesawat-pesawat tempur untuk melakukan pemboman. Hingga hampir seluruh bagian benteng itu hancur. Sebagian besar pasukan yang tersisa pun tewas, dan hanya menyisakan beberapa orang.

Komisaris Efim Moiseevich Fomin, yang mengaku komisaris, seorang komunis dan Yahudi, akhirnya dieksekusi pasukan NAZI di depan pintu gerbang Holmsky. Tahun 1957, dia diberi penghargaan order Lenin. Mayor Pyotr Mikhailovich Gavrilov ditangkap pasukan NAZI pada hari ke-32 pertempuran. Setelah NAZI kalah, Gavrilov menderita dibawah represi Stalin dan dikeluarkan dari partai komunis. Tetapi, tahun 1957 ia juga mendapat penghargaan dan mendapat gelar pahlawan Soviet. Andrey Mitrofanovich Kizhevatov, yang gugur dalam pertempuran terakhir, juga mendapat penghargaan dan gelar pahlawan Soviet tahun 1957.

Sebagai film tentang kisah kepahlawanan, Alexander Kott boleh dikatakan telah berhasil. Hampir semua alur film ini menceritakan soal kepahlawanan pasukan Soviet yang tak kenal menyerah. Dalam sebuah pertempuran, misalnya, diperlihatkan bagaimana NKVD (agen intelijen Soviet) bertempur dengan pasukan Soviet dengan bayonet, sekop, kapak dan bahkan kursi.

Di film ini juga tergambar bagaimana kekejaman NAZI-Jerman. Pasukan NASI menembaki setiap orang yang ditemukan, termasuk warga sipil dan petugas kesehatan. Bahkan, untuk menaklukkan pasukan Soviet, pasukan NAZI berusaha menjadikan petugas medis dan pasien sebagai sandera.

Mungkin karena dibuat paska runtuhnya Soviet, maka warna utama film ini adalah nasionalisme, bukan sosialisme. Barangkali coretan di dinding benteng bisa mewakili heroisme pasukan soviet saat itu: “Aku akan mati tetapi tidak menyerah. Selamat tinggal, Ibu Pertiwi!”

Dari segi pengambilan gambar dan penggambaran perang, film ini tidak kalah dengan film-film Hollywood. Di sini, Alexander Kott juga mencoba menggambarkan keindahan alam kota Brest saat itu. Lebih membanggakan lagi, bahwa keseluruhan pendanaan film ini ditanggung oleh negara: Rusia (60%) dan Belarusia (40%). Bandingkan dengan film-film perjuangan Indonesia, yang sebagian besar mandek karena soal pembiayaan.

Karena itu, meskipun mungkin telat untuk diresensi di sini, tetapi tidak ada salahnya bagi pencinta film perang dan nasionalisme untuk menonton karya besar Alexandor Kott ini.

Open Your Eyes Dan Lihat 2Open Your Eyes Dan Lihat 3

Dinding tempat perlindungan

Open Your Eyes Dan Lihat 4

Benteng ini didirikan di 1912-1915

Open Your Eyes Dan Lihat 5Open Your Eyes Dan Lihat 6

Sebuah lookout di langkan

Open Your Eyes Dan Lihat 7

Setelah Perang Patriotik Besar di sini dibuat dump kota, semua pintu masuk dan keluar dikuburkan

Open Your Eyes Dan Lihat 8

Di dalam rumah sakit jiwa dikuburkan pupuk amoniak yang sangat beracun.

Open Your Eyes Dan Lihat 9Open Your Eyes Dan Lihat 10

Open Your Eyes Dan Lihat 11Open Your Eyes Dan Lihat 12

Sebuah dinding tambahan dari caponier

Open Your Eyes Dan Lihat 13

Open Your Eyes Dan Lihat 14Open Your Eyes Dan Lihat 15Open Your Eyes Dan Lihat 16

Casemates Militer

Open Your Eyes Dan Lihat 17

Masuk

Open Your Eyes Dan Lihat 18

Tebalnya dinding benteng

Open Your Eyes Dan Lihat 19

Jejak penghancuran benteng pada tahun 1915

Open Your Eyes Dan Lihat 20Open Your Eyes Dan Lihat 21

Open Your Eyes Dan Lihat 22

Ruang penyimpanan Amunisi

Open Your Eyes Dan Lihat 23Open Your Eyes Dan Lihat 24

Open Your Eyes Dan Lihat 25

Sebuah ceruk untuk lampu minyak tanah

Open Your Eyes Dan Lihat 26

Langit-langit ganda-tee

Open Your Eyes Dan Lihat 27

Galeri pusat rumah sakit jiwa

Open Your Eyes Dan Lihat 28Open Your Eyes Dan Lihat 29

Sebuah galeri digunakan untuk artileri dan amunisi penyimpanan dan perlindungan personil militer.

Open Your Eyes Dan Lihat 30

Titik Lookout

Open Your Eyes Dan Lihat 31

Sebuah sumur lookout

Open Your Eyes Dan Lihat 32

Open Your Eyes Dan Lihat 33

Exit lain dimakamkan

Open Your Eyes Dan Lihat 34

Sebuah foto dari benteng diambil selama konstruksi pada tahun 1914.

Open Your Eyes Dan Lihat 35

Skema konstruksi

Open Your Eyes Dan Lihat 36

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s